Loading...
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Panduan dan Cara Memperbaiki Masalah File ads.txt

Februari 08, 2020 Add Comment
Why-com.com - Jika Anda mendapatkan peringatan, "Penghasilan Anda berisiko - Satu atau beberapa file ads.txt Anda tidak berisi ID penayang AdSense. Perbaiki masalah ini sekarang juga untuk menghindari dampak yang serius pada pendapatan Anda". Maka Anda tidak perlu bingung ataupun khawatir, karena disini saya akan membagikan tentang panduan dan cara memperbaiki masalah file ads.txt


Panduan dan Cara Memperbaiki Masalah File ads.txt

Yang harus Anda lakukan adalah :
1. Pergi ke dashboard Blogger
2. Buka menu Setelan
3. Pilih Preferensi Penelusuran
4. Lihat bagian bawah akan ada fitur baru yaitu Monetisasi lalu edit ads.txt kustom
5. Silakan klik Ya > lalu isikan kode:
google.com, pub-9849760493935330, DIRECT, f08c47fec0942fa0

  • Ganti nomor pub dengan ID publisher akun Adsense kalian

Setelah diisi, silakan Simpan perubahan
Jika sudah, tunggu sampai kurang lebih 24 jam untuk melihat hasilnya

Namun dalam beberapa kasus, walaupun langkah diatas telah diterapkan "Peringatan" masih saja muncul pada dasbor adsense, yaitu "Penghasilan Anda berisiko - Anda perlu memperbaiki beberapa masalah file ads.txt untuk menghindari dampak yang serius pada pendapatan Anda" dan jika Anda klik maka akan muncul pop up berikut:
Buat file ads.txt untuk situs 
Untuk mencegah dampak yang serius pada penghasilan Anda, download file ads.txt lalu upload ke domain tingkat root dari setiap situs:
  • why-com.com
Perubahan ads.txt mungkin membutuhkan waktu beberapa hari. Jika Anda menggunakan jaringan iklan lain, jangan lupa untuk menambahkan jaringan tersebut ke file ads.txt. Lihat panduan ads.txt untuk detail selengkapnya.
Maka yang harus Anda lakukan adalah :
1. Pergi ke google seacrh console
2. Klik inspeksi url
3. Masukan alamat url blog Anda dan tambahkan file ads.txt diakhir url yaitu https://www.why-com.com/ads.txt

  • note: ganti www.why-com.com dengan nama domain anda
4. Klik enter atau telusuri lalu klik minta pengindeksan
5. Setelah itu klik uji url aktif
6. Selesai

Panduan dan Cara Memperbaiki Masalah File ads.txt

Lakukan kedua langkah cara memperbaiki warning ads.txt di atas secara berurutan, maka peringatan yang muncul pada dasbor adsense akan menghilang, selamat Mencoba.

Upaya Menjaga Keamanan Website dari Serangan Hacker

Februari 02, 2020 Add Comment
Pernahkah terpikir gimana caranya melindungi website dari serangan yang tak terduga?

Upaya Menjaga Keamanan Website dari Serangan Hacker

Ya, ada banyak sekali kejadian akhir-akhir ini dimana berbagai website dihack oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Sedih banget dong yaa.. apalagi jika sudah berkaitan dengan website yang digunakan untuk usaha.

Kita aja nih yang blognya banyak digunakan untuk curhat, juga bakalan sedih banget kalau blog kesayangan dibikin mainan oleh orang lain. Huhuhuuu..teganya teganyaaa...

Pernah baca atau dengar pertanyaan semacam ini?

Mengapa website harus aman?

Keamanan website itu penting banget lhooo... Nggak cuma untuk website yang berkaitan dengan bisnis ya, bahkan blog kita pun juga harus aman bagi pengunjung. Jika tidak aman, bisa saja hacker/peretas mengeksploitasi website kita. Dijadiin offline, memengaruhi keberadaan online kita. Dampaknya bisa mengalami kerugian finansial, reputasi jatuh, dan peringkat di mesin pencari menjadi buruk.

Apa saja resiko yang mungkin terjadi berkaitan dengan keamanan website?

Resiko yang berkaitan dengan keamanan utama website meliputi: vulnerable code (kode yang rentan diretas), kontrol akses yang buruk, dan eksploitasi server. Masih ingat kan saat terjadi serangan DDoS yang dulu pernah membuat website langsung unavailable bagi pengunjung dalam hitungan menit? Ada banyak penyebab website diretas, yang paling sering terjadi adalah kata sandi yang lemah atau plugin yang usang.

Bagaimana kita tahu kondisi website aman?

Website yang aman biasanya memiliki firewall yang aktif. Aplikasi web ini merupakan tindakan pencegahan terhadap serangan dan peretasan. Firewall ini sesuai banget untuk menjaga keamanan website dan mudah mengatur konfigurasinya. Kita dapat menggunakan berbagai situs yang aman untuk cek apakah suatu website telah memiliki firewall, masalah keamanan yang mencurigakan, malware, atau masuk black list sekalipun.

Berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan di atas, ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk menjaga keamanan website.

Cara Menjaga Keamanan Website

Peran pentingnya menjaga keamanan website tidak dapat kita abaikan. Ada berbagai langkah yang bisa ditempuh untuk melakukan pengamanan pada website. Masing-masing pemilik web memiliki kebutuhan tersendiri untuk melindungi webnya. Langkah yang satu bisa saja berbeda dengan langkah pemilik web yang lain.

Apa saja langkah-langkah tersebut? Berikut 5 sistem keamanan website


1. Update Rutin 
Melakukan update merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan. Setiap waktu, akan selalu ada software yang kadaluarsa dan rentan. Penting loh update web segera setelah plugin baru atau versi CMS tersedia. Update tersebut mungkin hanya berisi peningkatan keamanan atau mengurangi tingkat kerentanan website untuk diretas. 

Sebagian besar serangan terhadap website bersifat otomatis. Secara terus-menerus bot akan memindai setiap situs yang memungkinkan untuk dieksploitasi. Update berkala sebulan sekali atau seminggu sekali sudah tak cukup lagi karena bot sangat mungkin menemukan kerentanan website kita sebelum sempat di-update.

Inilah sebabnya mengapa kita harus menggunakan firewall yang secara virtual akan menjaga keamanan website segera setelah update dirilis. Bagi pengguna wordpress tentu sudah mahfum dengan hal ini. Biasanya jika ada update plugin, maka wordpress akan mengirim email tentang update tersebut.


2. Kombinasi Kata Sandi yang Kuat
Pernah nggak sih kita memikirkan bahwa password/kata sandi yang kita gunakan bisa jadi mengancam keamanan website kita sendiri?

Kadang dengan mudahnya kita membuat kata sandi dengan kombinasi tanggal lahir, atau bahkan dengan nama kita sendiri. Atau bahkan malah hanya berupa urutan angka seperti 1234. Ada yang gitu? 😉

Para hacker memiliki banyak daftar kata sandi yang bisa disusupi secara online. Peretas tersebut akan menggabungkannya dengan daftar kata kamus untuk menghasilkan daftar kata sandi yang lebih potensial. Jika kata sandi yang kita gunakan ada di salah satu daftar itu, tinggal menunggu waktu aja deh sampai website kita 'digarap'. Hiks... Jangan sampai deh yaaa..

Tips membuat kata sandi:

  • Jangan menggunakan kembali kata sandi lama yang pernah kita pakai. Setiap kata sandi yang kita miliki harus unik.
  • Membuat kombinasi kata sandi yang panjang. Cobalah membuat kata sandi dengan jumlah karakter yang banyak, misal 10 hingga 12 karakter. Semakin panjang kata sandi yang kita buat, maka akan makin panjang waktu yang dibutuhkan oleh peretas untuk nge-crack. 
  • Mencoba kombinasi kata sandi yang acak. Program peretas kata sandi dapat menebak jutaan kata sandi dalam hitungan menit jika mengandung kata-kata yang ditemukan secara online atau dalam kamus. Sekiranya kata sandi yang kita pilih masih terasa nyata, itu tidak acak, misal : iniuniek. Semua orang juga tau ini blog milik uniek. Parameternya adalah jika kita bisa dengan mudah mengucapkan kata sandi tersebut, berarti kata sandi kita itu tidak cukup kuat. Bahkan menggunakan penggantian karakter (misal mengganti huruf O dengan angka 0) tidak cukup.

Hindari penggunaan tanggal lahir atau nama anak, atau bahkan nama kita sendiri tanpa disertai dengan kombinasi angka yang unpredictable. Yang perlu diingat, membuat password yang sulit juga diimbangi dengan pencatatan yang baik. Jangan sampai ya kita sendiri lupa.


3. Batasi Akses dan Ijin Pengguna
Bisa jadi kata sandi website kita tidak sedang ditarget oleh peretas, justru malah user atau pengguna website yang diincar. Peretas akan berusaha memasuki web dengan data rekaman alamat IP dan semua riwayat aktivitas dari pengguna website yang ada.

Berikan hak terbatas pada pengguna dengan cara memberikan privilege minimal saat masuk ke website. Pemberian hak yang terbatas ini berguna untuk mengontrol hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak tertutup kemungkinan ada user yang dijadikan administrator di website, lalu dia inject kode HTML yang belum difilter ke salah satu postingan, atau mengeksekusi perintah untuk install plugin tertentu. Kejadian ini bukan masalah kerentanan web. Kan emang ada fiturnya.

Hanya pengguna yang terpercaya saja yang sebaiknya diberikan akses dan ijin yang memungkinkannya mengeksekusi banyak hal di dalam website tersebut. Jika penggunanya hanya berposisi sebagai kontributor, lebih baik berikan batasan dalam mengakses website.


4. Melakukan Backup Website
Ketika terjadi upaya peretasan, backup sangat penting untuk memulihkan kembali website kita dari kemungkinan terjadinya prahara yang cukup besar terkait keamanan web. Meskipun bukan langkah yang disarankan sebagai pengaman website, paling tidak dengan memiliki backup kita masih punya cadangan untuk memulihkan kembali file-file yang rusak.

Backup yang memadai harus memenuhi syarat berikut ini:
Berada di luar situs. Jika backup kita simpan di server website, maka backup tersebut akan sangat rentan terhadap serangan. Sama dengan usaha untuk meretas data yang lain. Biasanya backup akan berisi versi CMS dan ektensi yang masih unpatched, mudah sekali bagi hacker untuk mengambilnya.  
Bersifat otomatis. Aktivitas harian sudah terlalu padat, akan sangat rumit jadinya apabila harus mengingat untuk melakukan backup manual. Atur backup secara periodik sesuai kebutuhan website. 

Lakukan pemulihan website menyeluruh. Pastikan backup yang kita miliki benar-benar berfungsi. Setiap backup yang kita miliki secara periodik akan membantu deteksi peretasan dimulai dari kapan dan bagian yang mana. 


5. Pasang Sertifikat SSL
Sertifikat SSL (Secure Socket Layer) digunakan untuk mengenkripsi data dalam transit antara host (server web atau firewall) dan klien (browser web). Hal ini dilakukan untuk memastikan informasi dikirim ke server yang tepat dan tidak 'dicegat'.

Di negara kita juga sudah banyak yang menggunakan SSL Indonesia via Gudang SSL. Para pemilik website sudah mulai aware tentang pentingnya memiliki sertifikat ini. Meskipun tidak otomatis melindungi website dari serangan dan peretasan, namun SSL mampu membuat enkripsi data bagi pemilik website tersebut.

Perbedaan Hosting dan Domain yang Paling Penting untuk Diketahui

Januari 31, 2020 Add Comment
Sekilas kita bisa melihat bahwa kecanggihan teknologi akan membuahkan manfaat besar. Begitu juga dari penggunaan domain dan hosting yang keduanya sangat berpengaruh pada kompetensi persaingan blog dan website. Oleh sebab itu, perbedaan hosting dan domain selalu memberikan aspek dominan, sampai akhirnya ada beberapa konsep paling tepat yang selalu bisa dikembangkan menjadi modal utama untuk mencermati akses domain dan hosting di satu website. 


Perbedaan Hosting dan Domain yang Paling Penting untuk Diketahui

Domain sampai hosting ini sangat mempengaruhi berbagai karya digital anak bangsa. Tak sedikit lagi orang yang familier dengan pemanfaat domain dan hosting. Kini kita bisa melihat, pengembangan berbagai situs website memperlihatkan kemajuan yang luar biasa. 

Namun sayangnya masih ada sejumlah kalangan yang masih belum mengetahui apa saja perbedaan dari domain dan hosting. Ada beberapa poin penting yang wajib kita cermati terkait hal tersebut. 



Mengenal Istilah Hosting dan Domain 

Tidak hanya fokus pada perbedaan saja, namun kita juga harus bisa mencermati apa yang menjadi pertimbangan utama pemilihan domain dan hosting terbaik. Kini telah ada berbagai platform yang menghadirkan sarana dan fasilitas terbaik untuk mengakses domain dengan lebih terjangkau. Yang tak boleh ketinggalan juga adalah pelayanan hosting berkapasitas besar. 

Lalu seperti apa perbedaan dari hosting dan domain yang saat ini terus dicermati oleh banyak kalangan? 

Mengenal Domain

Domain menjadi salah satu istilah yang kerap ada di dalam pengembangan website. Untuk itulah domain sendiri bisa diartikan sebagai nama singkat yang lokasinya berada di akhir alamat situs. 

Untuk itulah domain menjadi sebuah komponen dengan fungsi memberi pengarahan untuk bisa masuk ke dalam server hosting ataupun tepatnya IP Adreess. Kemudian dari pengelolaan nama domain selalu ada di bawah pengaturan instansi regulasi secara global atau ICANN. 


Mengenal Hosting

Berikutnya kita bisa melihat perbedaan mendasar dari hosting dan domain. Hosting sendiri menjadi satu ruang penyimpanan data dengan ukuran tertentu. Bisa diartikan sebagai penyimpanan file di komputer. 

Sedangkan dari bentuk hosting ini disebut sebagai server, kemudian dari sisi perangkat yang digunakan untuk server biasanya memiliki processor, RAM, dan harddisk berukuran besar. Jadi hosting memiliki bentuk fisik dan juga bisa digunakan sebagai pendukung kinerja website hingga mudah diakses pengunjung. 

Perbedaan Domain dan Hosting 

Kita dapat mencermati bahwa ada perbedaan hosting dan domain dimana sanggup memberikan akses baru dan terbaik untuk semua keperluan penggunaan situs website ataupun server hosting. Untuk itulah sebelum kita menggunakan hosting dan domain, akan lebih baik jika mengenali apa saja perbedaan dari dua aspek penting tersebut.



Dari Segi Fungsinya

Pertama kita lihat pada aspek fungsinya. Sudah jelas terlihat bahwa adanya domain dan hosting ini benar-benar bisa tampak ketika kita mencermati penggunaannya.

Secara detail domain dan hosting memiliki perbedaan fungsi. Terlihat hosting memiliki fungsi sebagai penyimpanan data, akan tetapi jenis dari hosting ini dibedakan menurut beberapa komponen. Hosting ini bisa digunakan pada perangkat komputer, biasa kita disebut sebagai web hosting murah DomaiNesia.

Dari sinilah ada sejumlah pengalaman paling tepat penggunaan hosting untuk beragam penyimpanan data terkoneksi internet secara luas bahkan bisa digunakan antar perangkat.

Adapun domain memiliki fungsi sebagai sebuah media untuk mempermudah dalam akses di sebuah situs dengan pengarahan perangkat langsung ke dalam IP Address. Beberapa kemudahan dan koneksi terhadap server hosting juga sangat dibutuhkan. Sehingga keterikatan antara domain dan hosting ini sudah tidak bisa dipisahkan.


Dari Segi Bentuknya

Dari segi bentuk bisa kita cermati perbedaan hosting dan domain, yang mana benar-benar bisa dilihat ataupun tidak dapat dilihat secara kasat mata. Hosting sendiri bentuknya tidak dapat dilihat bahkan bisa menyerupai perangkat keras ataupun perangkat lunak. Beberapa aspek seperti RAM, processor, dan harddisk juga menjadi komponen penting yang ada di dalam hosting.

Hosting bisa berada di dalam situs website berukuran besar, kemudian untuk mengaksesnya membutuhkan server hosting hingga stabilnya koneksi internet. Yang penting nih kecepatan website bisa diandalkan dan tidak ada gangguan.

Adapun domain itu berupa URL ataupun tulisan di belakang nama website. Domain akan langsung memberi arahan ke dalam situs. Melalui domain ini kita bisa mengakses situs dengan lebih mudah. Istilahnya kita jadi cepat gitu untuk menuju suatu situs tertentu.

Ada beberapa nama domain yang selama ini kita kenal diantaranya.id, .com, .ac.id dan masih banyak lainnya.

Tidak sedikit yang menginginkan informasi seputar perbedaan hosting dan domain sebelum menggunakannya. Maka dari itu ada fungsi-fungsi antara domain dan hosting yang wajib dicermati sebagai modal utama membuat website.

Kita harus bisa mencermati hal-hal penting dalam menggunakan domain dan hosting. Bila perlu panduan ataupun pemesanan hosting hingga domain terbaik, akseslah Blogiztic yang benar-benar memberikan banyak manfaat bagi pemilik website.

Cara Merubah Data Regist Google Domain untuk Verifikasi Ulang

Januari 27, 2020 Add Comment
Sekitar satu bulan yang lalu saya dikejutkan dengan sebuah email dari pihak google domain, ini isi email tsb:




Hi,Oh no! We noticed a bounced email from register@domai*faster.org. Since register@domai*faster.org is the registered address for blogiztic.net, we must re-verify it.*If register@domai*faster.org is still correct, you can verify it now by visiting the “My domains” page and selecting “Resend verification email.”If it’s not correct, you can add and verify a different email address in the Settings tab in Google Domains:Go to the Settings tab for blog.net.Scroll down to Personal contact information and click Edit below Registrant.Unfortunately, if we don’t hear back from you in 15 days, we must place your domain on hold. We don’t want any disruption to your domain, so please take a look before then.Thanks,The Google Domains team
Karena kemampuan bahasa inggris saya yang pas-pasan, ya akhirnya pake terjemahan google, intinya dari email diatas bahwa domain saya membutuhkan verikasi ulang, dan jika dalam waktu 15 hari berjalan, domain belum juga diverifikasi maka domain akan berhenti ditayangkan, what the fvck. Domain berhenti tayang, tentu berimbas pada hasil pencarian pada google search engine menghilang, bukannya sombong, tapi ya sedikit pamer kalau url post domain tersebut banyak singgah dihalaman pertama google, walaupun berada diurutan 4 atau 5. Ini artinya optimasi saya pada domain ini sia-sia belaka.


Apa ini mungkin sebuah karma ya, soalnya beberapa hari sebelum saya mendapat email tsb, saya sempat tertawa saat melihat postingan seseorang anggota grup Blogger Indonesia yang memiliki domain yang membutuhkan verifikasi ulang, dan si TS menjelaskan bahwa penjual domain tidak merespon saat diminta untuk verifikasi ulang, usut punya usut, ternyata saya juga membeli pada pendaftar domain yang sama.

Segala cara saya pakai untuk menghubungi ind*a (penjual domain carding) ini, mulai dari facebook, wa, sms dan via telpon, hasilnya nihil, ya saya hanya pasrah aja, berharap ini orang dapet hidayah dan melakukan seperti yang saya harapkan, namun hingga 15 hari kedepan tetap tidak ada respon ataupun niat baik dari orang ini, hingga akhirnya domain saya berhenti tayang, benar-benar hilang dari hasil pencarian, dan otomatis blog domain ini juga tidak dapat diakses.

Lama saya melamun di depan layar monitor menatap tampilan beranda google domain, disitu saya melihat domain saya dengan tulisan warna kuning 'Your Domain On Hold' ya dengan semangat yang sudah loyo, iseng-iseng tuh saya klik 'Bantuan dan Dukungan' lalu muncul pop up menu bantuan, dan mata saya yang sayu waktu itu tertuju kata "Hubungi kami" ya saya klik aja tuh 'Opsi Dukungan' dan muncul tab baru, disana saya klik Request chat dan saya isi semua kolom yang ada disana.

Pada Issue Description saya isikan bahwa domain memerlukan verifikasi ulang(translate ke bhs inggris lo) klik submit, tidak lama kemudian pihak google membalas, dan disana 'saya jelaskan bahwa saya membeli domain tsb dari seseorang dan orang tersebut tidak merespon saat saya hubungi kembali, dan saya juga menjelaskan bahwa nomer handphone yang ter-regist sudah kadaluarsa/not be fine'.

Ikuti saja semua petunjuk dari cs google domain tsb dan jangan lupakan poin penting yang saya tuliskan diatas, maka anda akan sampai pada permintaan untuk mengisi data terbaru seperti dibawah ini:

  • Nama
  • Alamat
  • Nomor Telepon
  • email
Isi data tsb sesuai identitas anda, dan terakhir anda akan diminta alamat email yang dapat dihubungi terkait perubahan ini.

Selang dua hari saya mendapat email bahwa data pendaftar domain sudah diperbaharui

Lalu saya cek dan benar semua data sudah berubah, saya klik tuh tulisan warna kuning "Verifikasi Email Sekarang" saya segera beranjak ke tab gmail dan benar ada email masuk seperti ini

Segera saya klik 'verifikasi email Anda' dan domain kembali online. oke selamat mencoba.

Perbedaan WordPress.com dan WordPress.org

Januari 24, 2020 Add Comment
Orang awam mungkin akan bertanya-tanya, Apa perbedaan antara wordpress.com dan wordpress.org? Jawabannya adalah keduanya memiliki kesamaan dan perbedaan. Berikut ini adalah penjabarannya:


Perbedaan WordPress.com dan WordPress.org

WordPress.com

Merupakan situs resmi WordPress yang melayani jasa hosting blog gratis kepada pengguna yang terdaftar di wordpress.com. Dengan WordPress.com, setiap pengguna dapat memiliki blog yang beralamatkan di xxxxx.wordpress.com, dimana xxxxx adalah nama pengguna (username) dari pemilik blog.

WordPress.com melayani jasa hosting gratis dengan software WordPress versi terbaru yang dikelola penuh oleh tim dari Automattic. Automattic sendiri merupakan tim yang bekerja sebagai developer (pengembang) software WordPress di situs WordPress.org.


Kelebihan WordPress.com:

  1. Pengguna dapat memperoleh blog gratis dengan mendaftarkan akun di wordpress.com.
  2. Semua pengelolaan dari segi penginstallan, upgrade software, backup, keamanan, dikendalikan penuh oleh pihak WordPress.com dan Automattic.
  3. Blog para pengguna dihosting di server yang tangguh yang berjumlah ratusan, sehingga kemungkinan mengalami gangguan lalu lintas data (down due traffic) sangat kecil.
  4. Memiliki ruang penyimpanan (disk space) yang besar (3 GB) untuk menyimpan gambar maupun lampiran dokumen.
  5. Tulisan/posting dalam bentuk database akan selalu dibackup secara otomatis oleh pihak WordPress.com, sehingga pengguna tidak perlu repot-repot melakukannya.
  6. Aman. Dalam artian semuanya telah dijamin oleh pihak WordPress dari kemungkinan pencurian data maupun password oleh cracker/hacker jahat.

Artikel lainnya yang membahas tentang kelebihan WordPress.com dapat dibaca di sini.


Kekurangan WordPress.com

  1. Tidak bisa menginstall tema (theme) sendiri.
  2. Tidak bisa menginstall plugin sendiri.
  3. Tidak bisa memodifikasi (hacks) kode PHP, HTML, maupun javascript pada tema yang digunakan.
  4. Alamat blog menggunakan subdomain dari wordpress.com, kecuali jika pengguna membayar layanan upgrade bila ingin menggunakan nama domain sendiri.

WordPress.org

Seperti halnya WordPress.com, WordPress.org juga merupakan situs resmi WordPress. Situs ini fokus kepada pengembangan peranti lunak (software) untuk blog yang bernama WordPress. WordPress.org tidak menyediakan layanan hosting gratis, namun anda dapat mengunduh software wordpress secara gratis, dan kemudian menginstallnya di layanan penyedia jasa hosting lainnya.


Kelebihan WordPress.org

  1. Anda dapat mengunduh software WordPress secara gratis, menginstallnya, serta mengkustomisasinya secara keseluruhan.
  2. Dapat menginstall theme sendiri.
  3. Dapat menginstall plugin sendiri.
  4. Dapat memodifikasi (hacks) kode PHP, HTML, maupun javascript tanpa batasan.
  5. Dapat memasang iklan ataupun memonetasi blog anda.

Kekurangan WordPress.org

  1. Membutuhkan keahlian dasar tentang webhosting, HTML, PHP, dan javascript. Ketidak-hati-hatian dalam mengelolanya akan berakibat rusaknya blog anda.
  2. Membutuhkan layanan penyedia hosting yang bagus. Layanan yang bagus tentunya membutuhkan dana. Layanan hosting yang jelek hanya akan menyusahkan saja ke depannya, percayalah…
  3. Membutuhkan alamat web/blog baik berupa domain maupun subdomain. Sekali lagi membutuhkan dana untuk membeli domain yang bagus.
  4. Membutuhkan waktu untuk mengelola serta memelihara blog dari serangan spam, hacker, serta untuk membackup database, dan juga mengupgrade software untuk keamanan yang lebih baik.
  5. Jika lalu lintas (traffic) pengunjung cukup padat, maka kemungkinan mengalami down due traffic juga lebih besar. More quality, more price…

Beberapa Pertimbangan Sebelum Memilih Jenis Blog WordPress

Januari 24, 2020 Add Comment
WordPress sebagai platform blog terbaik mempunyai dua jenis. Kita semua tentunya sudah mengenal keduanya, yakni WordPress.com dan WordPress.org. Keduanya memiliki persamaan dan juga perbedaan. Keduanya juga memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Bagi yang belum tahu tentang keduanya, bisa membaca artikel yang berjudul Perbedaan WordPress.com dan WordPress.org sebagai rujukan.

Beberapa Pertimbangan Sebelum Memilih Jenis Blog WordPress

Ketika kita memutuskan untuk memulai membuat blog dengan platform wordpress, maka sebaiknya kita mempertimbangkan segala sesuatunya. Bukan bermaksud “lebay” (berlebihan), tapi pertimbangan tersebut perlu dipikirkan masak-masak sebelum keputusan itu diambil, khususnya bagi para pemula yang benar-benar belum mengerti tentang wordpress.

Pertimbangan tersebut antara lain tentang pemilihan jenis, dilihat dari segi kegunaan, kepraktisan, waktu luang, tujuan, serta yang tak kalah penting adalah kondisi keuangan kita untuk mengelolanya. Berikut adalah penjelasannya yang sengaja saya tulis di sini sebagai pembelajaran khususnya bagi pemula yang ingin membuat blog berplatform WordPress:


WordPress.com

  1. Sangat cocok dipakai sebagai sarana belajar sebelum memutuskan untuk pindah ke versi yang lebih extend. Hal ini dikarenakan WordPress.com lebih mudah pengelolaannya. Pengguna tidak perlu direpotkan dengan urusan penginstallan, update versi terbaru, backup database, perpanjang masa alamat domain, perpanjang sewa hosting, dan lain-lain. Yang perlu dilakukan oleh pengguna hanya “Tulis dan Publish”, itu saja.
  2. Sangat cocok bagi pengguna yang mementingkan kesederhanaan tampilan, tanpa mementingkan animasi flash, Iklan PPC, ataupun widget-widget dengan tampilan yang mempesona. Semuanya itu disebabkan pihak wordress.com sangat membatasi penggunaan javascript, iframe, serta kode-kode lainnya. Semua itu dilarang karena terkait masalah keamanan.
  3. Jika anda termasuk orang yang sangat perhitungan dengan pengeluaran (keuangan), maka wordpress.com sangat cocok untuk anda. Kenapa? Karena memiliki blog di wordpress.com itu tidak dipungut biaya sepeserpun. Anda pun dapat memiliki alamat blog sendiri dengan nama xxxxx.wordpress.com dimana xxxxx adalah nama anda. Yang anda butuhkan hanyalah (1) alamat email dan (2) koneksi internet, itu saja.
  4. Bagaimana dengan pengunaan nama domain sendiri? WordPress.com menyediakan layanan berbayar yang memungkinkan alamat blog anda diganti dengan alamat domain sendiri. Seperti contohnya blog saya, okebangetnet.wordpress.com dapat diganti menjadi okebanget.net. Poin 4 ini tentunya pas bagi anda yang mau mengeluarkan sedikit biaya tambahan untuk layanan ini, tentunya dengan pertimbangan kepraktisan dan kesederhanaan tampilan juga seperti yang telah dijelaskan di poin-poin sebelumnya.


Kebalikan dari penjelasan di atas, WordPress.com sangat tidak cocok bagi beberapa orang yang menetapkan standarnya sendiri, antara lain:
  1. Orang yang ingin mengkustomisasi blognya secara keseluruhan.
  2. Orang yang cepat bosan dengan penampilan luar blognya.
  3. Orang yang bertujuan untuk memasarkan produk melalui sarana blog.
  4. Orang yang ingin memonetasi (menjadikan blog sebagai sarana penghasil uang) blognya, entah itu dengan memasang iklan PPC, menulis review berbayar, ataupun jual beli link.
  5. Orang yang berkeyakinan bahwa seorang blogger professional adalah blogger yang memonetasi blognya, sementara yang lain bukan blogger professional. What the hell is the statement meant???
  6. Orang yang ingin mengikuti ajang kontes SEO (search engine optimization), karena pihak WordPress.com telah melarangnya.

WordPress.org

Bagi pengguna wordpress.com yang mungkin ingin beralih ke tingkat yang lebih extend, sepertinya WordPress.org lebih cocok untuk anda, namun tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

Anda siap meluangkan banyak waktu untuk instalasi wordpress, mulai dari memilih penyedia hosting yang tepat, menentukan nama domain, menginstall wordpress, mengkustomisasi, mencari tema (theme) serta plugin yang tepat, serta untuk pemeliharaan baik itu berupa membackup database, mengupgrade ke versi terbaru, hacking core wordpress, dan lain sebagainya.

Anda siap mengeluarkan biaya untuk membeli alamat domain, sewa hosting, serta bisa juga menambah quota disk space dan bandwidth. Bagaimana dengan pilihan domain gratis dan hosting gratis? Itu bisa didapat, namun tentunya dengan resiko yang lebih mahal dibanding biaya pendaftaran domain dan hosting. Percayalah, domain dan hosting gratis tidak dapat menjanjikan lebih selain kesengsaraan (pengalaman pribadi). Namun semua itu sah-sah saja bila ditujukan sebagai sarana pembelajaran.

Anda merupakan orang yang cukup sabar dan telaten. Cukup sabar dalam arti sanggup untuk menunggu datangnya pengunjung dari mesin pencari, serta telaten dalam mempromosikan blog anda baik itu dengan cara submit ke mesin pencari, blogwalking, promosi lewat SMS, ataupun melalui selebaran.

Berbeda dengan blog wordress.com yang dapat memperoleh traffic pengunjung dalam waktu yang relatif singkat, blog WordPress yang dihosting sendiri butuh ketelatenan agar bisa mendatangkan pengunjung (khususnya pengunjung dari mesin pencari), karena blog WordPress.org itu merupakan blog yang berdiri sendiri, tanpa dukungan dari komunitas manapun. Sementara blog dari WordPress.com didukung oleh komunitas WordPress di seluruh penjuru belahan dunia, sehingga sangat wajar bila ia mampu mendatangkan pengunjung jauh lebih cepat dari blog WordPress.org.

Anda adalah orang yang siap menerima kejadian-kejadian yang buruk, seperti halnya blog anda dihack, perusahaan hosting anda bangkrut, server hosting anda mengalami kerusakan yang menyebabkan semua data anda hilang, server hosting down due traffic, akun hosting anda disuspend karena blog anda memakan terlalu banyak resource, dan lain sebagainya. Siapkah anda?

Disamping itu juga WordPress.org sangat cocok bagi Anda yang mempunyai tujuan-tujuan sebagai berikut:
  • Memonetasi blog anda, karena tidak ada batasan dalam menambahkan script maupun iframe tertentu.
  • Mengikuti ajang kontes SEO, karena tidak ada larangan dari pihak manapun untuk mengikuti kontes SEO dengan WordPress.org (kecuali dilarang sama suami/istri anda sendiri).
  • Bereksperimen dengan theme dan plugin buatan sendiri, yang hanya bisa dilakukan dengan mesin wordpress.org.

Dari beberapa faktor pertimbangan yang dijelaskan di atas, mungkin bisa dikombinasikan satu dengan yang lain, dan kemudian semua keputusan berada di tangan pengguna, manakah jenis wordpress yang paling cocok untuk dirinya.

iFAQ:

Q: Bagaimana cara mendaftar di WordPress.com?
A: Anda bisa langsung mendarftarnya di halaman pendaftaran situs WordPress.com. Masukkan alamat email anda, kemudian aktifkan. Tulis dan publish, just it. Happy blogging.

Q: Bisakah menggunakan nama domain sendiri di WordPress.com?
A: Bisa, dengan menggunakan fitur upgrade / domain mapping. Hanya saja dikenakan biaya untuk menggunakan fitur ini.

Q: Berapa biayanya?
A: Untuk paket domain + mapping domain dikenakan biaya $15 USD/tahun, sedangkan untuk paket mapping domain saja dikenakan biaya $10 USD/tahun. Jadi lebih baik memilih paket domain + mapping agar lebih irit.

Q: Cara pembayaran?
A: Melalui paypal, atau bisa juga dengan poin kredit yang kita miliki. Kita bisa menerima poin kredit dari blogger lain (sesama pengguna wordpress.com).

Q: Bisakah tampilan WordPress.com dikustomisasi sehingga lebih bagus?
A: Bisa, menggunakan fitur edit custom CSS, namun itu adalah fitur berbayar yang dikenakan biaya $15 USD/tahun.

Q: Saya lebih memilih WordPress yang dihosting sendiri dibandingkan dengan wordpress.com karena lebih professional.
A: Tunjukan buktinya bahwa anda lebih professional dibanding dengan Matt On WordPress, Lorelle On WordPress, atau andy skelton?

Q: WordPress.com tidak enak, ga bisa dimonetasi.
A: Setiap orang mempunyai tujuan masing-masing, hargailah mereka yang lebih memilih kesederhanaan serta kepraktisan dalam membuat blog.

Q: Apakah WordPress.com benar-benar tidak dapat dimonetasi?
A: Sebenarnya bisa, namun menggunakan cara monetasi tidak langsung. Beberapa konsepnya sudah dituliskan oleh rismaka di artikel yang berjudul Potensi Blog WordPress.com yang Jarang diketahui Oleh Penggunanya.

Q: Blog WordPress.com saya disuspend, kenapa bisa begitu? Bagaimana cara mengembalikannya lagi?
A: Anda mungkin melakukan pelanggaran, seperti menulis review berbayar, mengikuti kontes SEO, ataupun menulis konten yang dilarang oleh hukum (baca TOS & Copyright WordPress.com). Blog anda dapat dikembalikan lagi dengan cara anda mengirim email pernyataan maaf, dan berjanji tidak akan melakukan pelanggaran lagi, serta menghapus semua konten yang melanggar tersebut.

Q: WordPress.com tidak bisa dikustomisasi strukturnya headingnya, sehingga jelek untuk SEO.
A: Kita tidak menafikan struktur heading (H1, H2, H3, dst) sebagai salah satu faktor pendongkrak posisi blog kita di mata mesin pencari, namun faktor yang mempengaruhi SEO bukan hanya itu saja, masih terdapat puluhan faktor lain yang mempengaruhinya, dan beberapa diantaranya hanya terdapat di blog wordpress.com.

Q: Saya lebih memilih WordPress.org, karena lebih SEO friendly.
A: Wh*t the F*ck is SEO???. Banyak artikel di blog saya yang posisinya lebih tinggi di halaman pencarian google dibandingkan dengan artikel dari blog WordPress yang dihosting sendiri.

Q: Kesimpulannya, WordPress.com lebih SEO dibanding WordPress.org?
A: Saya tidak bilang begitu, kasihan yang punya blog ini kalau saya jawab “IYA”.

Q: Baik, Jadi kesimpulannya WordPress.com maupun WordPress.org masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri, tergantung dari penggunanya saja pintar-pintar dalam mengelolanya.
A: Kalau ini saya setuju :)

Cara Mengatasi Error Breadcrumb di Google Search Console

Januari 22, 2020 Add Comment
Semalam sewaktu saya menginspeksi url posting yang berjudul Memperbaiki Breadcrumb data-vocabulary.org schema deprecated, muncul 2 pop up error, satu error terdeteksi pada home dan satu lagi pada kategori.


Cara Mengatasi Error Breadcrumb di Google Search Console Blogger


Cara Mengatasi Error Breadcrumb di Search Console Blogger


Untuk kalian yang mengalami masalah error pada breadcrumb ini dikarenakan template yang kalian gunakan masih menggunakan skema data-vocabulary.org yang tidak didukung lagi oleh Google. Jadi dengan penjelasan ini tentu akan mengalami error pada Breadcrumb dan kalian diharuskan untuk migrasi dari skrema data-vocabulary ke schema.org, jadi silahkan ikuti tips Cara Mengatasi Error Breadcrumb di Search Console Blogger berikut ini.

Breadcrumb yang akan saya share kali ini telah menggunakan mark up breadcrumb versi terbaru yaitu schema.org yang direkomendasikan mesin pencari seperti Google Search Console

Pertama buka halaman Blogger lalu Klik menu Tema dan klik tombol Edit HTML

Klik sembarang pada template, lalu klik tombol kombinasi Ctrl+F pada keyboard, maka akan muncul kotak pencarian, dan copy pastekan kode berikut
<b:includable id='breadcrumb' var='posts'>

lalu cari kode berikut

<b:includable id='breadcrumb' var='posts'>
<b:if cond='data:view.isPage'>
<div class='breadcrumbs-outer'><div class='breadcrumbs'><span><a expr:href='data:blog.homepageUrl' rel='nofollow'><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Beranda<b:default/>Home</b:switch></a></span> &#8250; <span><data:blog.pageName/></span>
</div></div>
<b:elseif cond='data:view.isPost'/>
<b:loop values='data:posts' var='post'>
<b:if cond='data:post.labels'>
<div class='breadcrumbs-outer'><div class='breadcrumbs'><span itemscope='' itemtype='http://data-vocabulary.org/Breadcrumb'><a expr:href='data:blog.homepageUrl' itemprop='url'><span itemprop='title'><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Beranda<b:default/>Home</b:switch></span></a></span> &#8250; <b:loop values='data:post.labels' var='label'><span itemscope='' itemtype='http://data-vocabulary.org/Breadcrumb'><a expr:href='data:label.url + &quot;?&amp;max-results=8&quot;' itemprop='url'><span itemprop='title'><data:label.name/></span></a></span><b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'> &#8250; </b:if> </b:loop>
</div></div>
<b:else/>
<div class='breadcrumbs-outer'><div class='breadcrumbs'><span><a expr:href='data:blog.homepageUrl' rel='nofollow'><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Beranda<b:default/>Home</b:switch></a></span> &#8250; <span><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Tanpa Kategori<b:default/>No Category</b:switch></span></div></div>
</b:if>
</b:loop>
</b:if>
</b:includable>

dan ganti kode diatas dengan kode dibawah ini

<b:includable id='breadcrumb' var='posts'>
<b:if cond='data:view.isPost'>
<b:loop values='data:posts' var='post'>
<div class='breadcrumbs' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/BreadcrumbList'>
<span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
<a expr:href='data:blog.homepageUrl' itemprop='item' title='Home'>
<meta content='1' itemprop='position'/>
<span itemprop='name'><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Beranda<b:default/>Home</b:switch></span></a>
</span>
<b:if cond='data:post.labels'>
<b:loop index='nomor' values='data:post.labels' var='label'> &amp;nbsp;&#8250;&amp;nbsp;
  <span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
<meta expr:content='data:nomor+2' itemprop='position'/>
<a expr:href='data:label.url + &quot;?&amp;max-results=8&quot;' expr:title='data:label.name' itemprop='item' rel='nofollow'>
  <span itemprop='name'><data:label.name/></span>
</a>
  </span>
</b:loop>
<b:else/>
&amp;nbsp;&#8250;&amp;nbsp; <span itemprop='name'><data:blog.pageName/></span>
</b:if>
</div>
</b:loop>
<b:elseif cond='data:view.isPage'/>
<div class='breadcrumbs' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/BreadcrumbList'>
<span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
<a expr:href='data:blog.homepageUrl' itemprop='item' title='Home'>
<meta content='1' itemprop='position'/>
<span itemprop='name'><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Beranda<b:default/>Home</b:switch></span></a>
</span> &amp;nbsp;&#8250;&amp;nbsp; 
<span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
<meta expr:content='data:num+2' itemprop='position'/>
<a expr:href='data:blog.url' expr:title='data:post.url' itemprop='item'>
  <span itemprop='name'><data:blog.pageName/></span>
</a>
</span>
</div>
</b:if>
</b:includable>


Setelah itu, klik Simpan tema.

Lalu buka Google Search Console dan klik gambar lonceng disudut kanan atas, lalu klik pesan 'Masalah Breadcrumb baru terdeteksi untuk situs namadomainanda.com' lalu klik tombol biru bertuliskan 'Perbaiki Breadcrumb Masalah' lalu klik validasi dan selesai.

Cara Mengatasi Error Breadcrumb di Google Search Console Blogger

Cukup mudah bukan, selamat mencoba

Hal yang Malas Dilakukan oleh Kebanyakan Narablog

Januari 21, 2020 Add Comment
Rasa enggan dalam melakukan suatu kegiatan biasa melanda setiap orang. Tak terkecuali seorang narablog, mereka juga manusia yang mempunyai sifat ego dan juga sifat malas (futur).

Hal yang Malas Dilakukan oleh Kebanyakan Narablog

Meski tidak semuanya, namun saya perhatikan banyak narablog terkesan malas atau ogah-ogahan terhadap beberapa hal berikut ini.

1. Membuat halaman profil

Halaman profil, baik itu profil blog maupun profil admin memang tidak mutlak harus ada, tapi keberadaan halaman tersebut menunjang eksistensi suatu blog di internet.

Halaman profil mungkin tidak diperlukan bagi narablog anonim. Namun sering dijumpai, narablog yang bukan anonim pun belum memiliki atau menulis halaman profil di blog mereka. Ada saja alasannya, entah itu sibuk (ngaku sibuk tapi posting terus tiap hari), belum memiliki ide, dan malas.

Menurut asumsi saya, kemalasan tersebut disebabkan karena ego pribadi. Untuk apa membuang waktu untuk menulis sesuatu yang tidak menarik bagi orang lain? Untuk apa menulis sesuatu yang tidak akan mendatangkan pengunjung/komentar? Untuk apa blah blah blah, dan seterusnya.

2. Mengupdate halaman profil

Katakanlah halaman profil telah dibuat, diisi seadanya, mungkin berisi pendahuluan, nama, alamat, kegiatan/pekerjaan, dan juga status pernikahan. Saya sering menjumpai bahkan mengalaminya sendiri (LOL), halaman profil tidak pernah dimutakhirkan sama sekali, sekalipun yang bersangkutan telah berganti status baik pekerjaan, ataupun pernikahan.

3. Mengupdate tulisan lama

Postingan yang telah lama tenggelam oleh postingan baru terkadang perlu dimutakhirkan isinya. Bisa saja postingan lama tersebut berisi sesuatu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, seperti sumber yang salah, tips yang konyol, tautan dan informasi unduh yang sudah kadaluarsa, dan lain-lain.

Meng-update isi posting yang keliru merupakan salah satu nilai positif tersendiri bagi seorang narablog, dan terkesan “niat ngeblog” dan “professional“.

Jujur saja, saya pribadi malas mengupdate postingan lama saya, padahal banyak orang yang mengaksesnya dan mempertanyakan isinya (LOL).

4. Menanggapi komentar di tulisan lama

Sering terjadi, pengunjung membaca postingan lama kita, serta berkomentar di sana. Jikalau komentarnya hanya sekedar lewat atau basa-basi, mungkin masih bisa diabaikan. Namun bila komentar tersebut berupa pertanyaan atau setidaknya membutuhkan tanggapan, maka hal yang terbaik adalah menanggapi atau menjawab komentar dari pengunjung tersebut.

Terkadang kita sangat malas menanggapi komentar di posting lama, karena mungkin ego bermain di situ. Untuk apa menanggapi komentar di postingan yang saya sendiri sudah melupakannya? Untuk apa menanggapi satu orang di posting lama, sementara ada posting baru yang lebih bagus? dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga seorang “pemalas” seperti halnya saya? :D